IPAL Bermasalah, Operasional Dapur SPPG Bogowanti Diusulkan Berhenti Sementara

IPAL Bermasalah, Operasional Dapur SPPG Bogowanti Diusulkan Berhenti Sementara
BLORA- Salah satu dapur SPPG yang ada di Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, kedapatan belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar. Temuan ini memicu perhatian serius dari Satuan Tugas MBG Kabupaten Blora.

Fakta tersebut terungkap setelah Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora yang juga Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara langsung, Senin (20/4/2026).

Berita Lainnya

Dalam sidak itu, Ketua Satgas MBG didampingi Kepala Dinas Kesehatan Blora meninjau sejumlah titik, mulai dari area dapur, lokasi pengolahan limbah, hingga lingkungan sekitar yang diduga terdampak pembuangan limbah.

“Kami hadir menindaklanjuti laporan dari warga bahwasanya IPAL nya belum memenuhi standar. Dan kebetulan pembuangan IPAL-nya meluber ke tetangga, kita lihat-lihat SPPG- nya sudah memenuhi standar tapi ada satu yang belum dipenuhi adalah IPAL,” ungkap Ketua Satgas MBG Blora.

Satgas MBG sebelumnya telah menegaskan kepada seluruh dapur SPPG, agar memenuhi standar kelayakan, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta IPAL sesuai ketentuan.

“Kemarin satu bulan yang lalu sudah saya kumpulkan, bahwasana saya nyuwun tulung karena ini memang perintah aturan dari BGN bahwa harus ada SLHS dan IPAL, dan saya sudah beri waktu sampai dengan 1 April 2026,dan tadi sudah saya cek IPAL belum memenuhi standar,” tambahnya.

Atas temuan tersebut, Sri Setyorini langsung melaporkan kondisi itu kepada Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora untuk segera ditindaklanjuti.

Tak hanya itu, Ketua Satgas MBG Blora juga mengusulkan agar operasional dapur tersebut dihentikan sementara hingga seluruh standar dipenuhi.

“Terkait IPAL ini sudah melenceng dari perjanjian, mau tidak mau hari ini saya laporkan ke korwil, apa tindakan korwil, saran dari BGN kalau tidak ada SLHS dan IPAL maka ditutup sementara, keputusan ada di tangan korwil,” pungkasnya.

Pos terkait