BLORA.RILISJATENG.COM – Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Kodim 0721/Blora di Desa Gembyungan, Kecamatan Randublatung. Prajurit TNI bersama warga setempat bahu-membahu mengangkut material batu untuk mempercepat pembangunan jalan yang menjadi salah satu sasaran fisik program tersebut, Selasa (21/7/2026).
Kekompakan personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD dan masyarakat terlihat sepanjang proses pengerjaan.
Mereka bekerja berdampingan tanpa mengenal lelah, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Indonesia.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Sinergi yang terbangun selama pelaksanaan TMMD menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.
Melalui program TMMD Sengkuyung Tahap III, Kodim 0721/Blora terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Peningkatan infrastruktur jalan di Desa Gembyungan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
TMMD merupakan salah satu wujud pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Program ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam membantu percepatan pembangunan di daerah serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sesuai semangat “Bersama Rakyat, TNI Kuat.”
Perkuat Infrastruktur dan Tingkatkan Keselamatan Akses Jalan Masyarakat
Sehari sebelumnya, Anggota Koramil 09/Randublatung Kodim 0721/Blora bersama warga Desa Gembyungan, Kecamatan Randublatung, bergotong royong membangun talud penahan tanah dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III, Senin (20/7/2026).
Pembangunan tersebut menjadi salah satu sasaran fisik TMMD untuk memperkuat infrastruktur sekaligus meningkatkan keselamatan akses jalan masyarakat.
Talud yang dibangun berfungsi memperkuat badan jalan agar tidak mudah tergerus erosi serta mengurangi potensi longsor saat musim hujan.
Keberadaan infrastruktur ini diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas warga dan aktivitas perekonomian desa.
Sejak pagi, personel TNI bersama masyarakat tampak bekerja bahu-membahu. Mereka saling berbagi tugas, mulai dari mengangkut batu, mencampur material semen, hingga menyusun pondasi talud secara bertahap.
Bati Tuud Koramil 09/Randublatung, Peltu Yosman, mengatakan semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program TMMD sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Melalui gotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan penyelesaiannya lebih cepat. Yang tidak kalah penting, masyarakat akan memiliki rasa memiliki terhadap hasil pembangunan sehingga mereka terdorong untuk merawatnya secara bersama-sama,” kata Yosman.
Menurut dia, pembangunan talud tidak hanya memberikan manfaat bagi ketahanan infrastruktur desa, tetapi juga berdampak positif bagi kelancaran transportasi, aktivitas ekonomi, dan keselamatan warga dalam jangka panjang.
Ia menambahkan, TMMD bukan sekadar membangun sarana fisik, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Sinergi yang baik antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama,” ujar Yosman.
