Belum Miliki Gedung Sendiri, SRMA 18 Blora Sementara Menempati Fasilitas Pendidikan di Rembang

BLORA.RILISJATENG.COM – Berbeda dengan angkatan pertama tahun lalu. Tahun ini siswa baru angkatan kedua Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora yang akan memulai tahun ajaran 2026/2027, ternyata belum bisa menempati gedung sekolah SRMA 18 Blora yang ada di Cepu. Karena proses pembangunan gedung belum selesai. Sehingga untuk sementara akan dititipkan menempati gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Rembang.

Hal ini disampaikan Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, saat melepas keberangkatan 30 siswa baru SRMA 18 Blora dari halaman Kantor Bupati pada Jumat (31/7/2026).

Berita Lainnya

“Ya hari ini kita berangkatkan ada 30 siswa baru baik putra maupun putri yang akan menjadi siswa SRMA 18 Blora.Hanya saja karena pembangunan gedung sekolahnya belum selesai, sehingga sementara akan menempati gedung di SR Rembang. Nanti jika pembangunan sudah selesai, akan kembali kita pindahkan ke Blora, yang ada di Kecamatan Cepu,” ucap Bupati.

Bupati dalam kesempatan ini juga mengucapkan selamat dan menyemangati 30 siswa siswi yang terpilih. Yang semuanya berasal dari keluarga kurang mampu dan beberapa ada yang yatim maupun piatu. Agar tetap optimis dan semangat meraih masa depan yang lebih baik melalui SRMA 18 Blora.

“Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak bangsa untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Program ini membawa harapan baru agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang, meraih cita-cita, serta menjadi generasi yang unggul dan berkarakter,” ucap Bupati.

“Selamat kepada seluruh peserta didik baru yang telah memperoleh kesempatan menjadi bagian dari Sekolah Rakyat Tahun Pelajaran 2026/2027. Ini adalah sebuah amanah sekaligus kepercayaan yang harus dijaga sebaik-baiknya. Tidak semua anak memperoleh kesempatan seperti yang anak-anakku terima hari ini. Oleh karena itu, syukurilah kesempatan ini dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga disiplin, menghormati guru, menaati seluruh peraturan sekolah, dan terus mengembangkan potensi diri,” lanjutnya.

Di Sekolah Rakyat, menurut Bupati, semuanya akan diasrama dan punya aturan kedisiplinan yang ketat. Sehingga dirinya meminta anak-anak tidak kaget dan bersungguh sungguh.

“Mungkin ini akan menjadi sekolah asrama pertama bagi kalian. Tapi jangan khawatir, semuanya gratis dan terjamin. Orangtua juga masih boleh menjenguk dengan sesuai aturan. Fokuslah untuk belajar, minta doa restu orangtua dan jangan lupa orangtuanya juga didoakan agar tetap sehat selalu. Begitu juga bagi orangtua yang sudah sedo, semoga husnul khotimah berkat doa anak anak yang soleh solehah ini. Nanti bagi yang muslim akan diwajibkan sholat jamaah lima waktu, ngaji dll.,” ungkap Bupati.

“Disini saya sedang melihat, yang berdiri di depan saya adalah calon Bupati, dokter, guru, perawat, insinyur, pengusaha, anggota TNI dan Polri, aparatur sipil negara, dan profesi-profesi lain yang membawa manfaat besar bagi masyarakat. Keberhasilan kalian kelak bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan orang tua yang selama ini telah berjuang untuk masa depan kalian. Saya berharap pendidikan yang kalian tempuh menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, mengangkat derajat orang tua, dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” sambung Bupati.

Meskipun untuk sementara belajar di Kabupaten Rembang, Bupati meminta agar anak anak jangan pernah merasa jauh dari rumah. Pemerintah Kabupaten Blora akan terus memberikan perhatian dan dukungan agar kalian dapat belajar dengan nyaman dan memperoleh pendidikan yang terbaik.

“Kami juga berkomitmen penuh untuk mengawal pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Blora. InshaAllah, apabila proses pembangunan telah selesai, anak-anak Blora nantinya dapat belajar di sekolah yang berdiri di daerahnya sendiri dengan fasilitas yang lengkap, nyaman, dan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. Tidak hanya 30 setiap angkatan, kita akan terus ajukan agar kuotanya bisa ditambah lagi oleh pemerintah pusat ,” kata Bupati.

Bupati Arief juga mengapresiasi dan berterimakasih kepada Pemerintah Pusat yang telah menghadirkan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kepada orang tua dan wali peserta didik, saya berharap tetap memberikan dukungan, doa, serta perhatian kepada anak-anak selama mereka menjalani pendidikan. Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh dukungan keluarga,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariyadi AP, didampingi Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum M.Pd., menjelaskan bahwa yang dititipkan ke Rembang hanya siswa baru angkatan 2026/2027.

“Yang dititipkan hanya siswa baru angkatan tahun ini. Yang angkatan tahun lalu, sekarang sudah kelas XI masih menempati gedung lama di Cepu. Nah nanti kalau gedung barunya selesai, angkatan kedua akan ditarik dari Rembang dijadikan satu di Cepu sana. Sementara ini nanti dititipkan di SR Rembang yang ada di Sulang. Dekat kok dari Blora,” ujar Luluk.

Usai apel pemberangkatan, satu per satu para siswa baru bersalaman berjabat tangan dengan Bupati dan jajaran, hingga foto bersama.

Kemudian baru satu per satu bergantian menaiki bus yang akan mengantar mereka menuju Sulang Rembang. Tidak berangkat sendirian, masing-masing siswa juga didampingi oleh keluarga.

Terpisah, Qoti Tohili Kadu, salah satu siswa baru dari lulusan SMP Negeri 2 Doplang, Kecamatan Jati, merasa senang bisa diterima sekolah di SRMA 18 Blora.

“Perasaannya ya senang diterima. Bisa sekolah gratis dibiayai negara. Terimakasih Pak Bupati, dan Pak Presiden, saya bisa lanjut sekolah,” ucapnya singkat.

Hal yang sama juga disampaikan Muhammad Matohir, warga Desa Kedungsatriyan, Kecamatan Ngawen, yang juga berhasil diterima menjadi siswa SRMA 18 Blora. Siswa dari pasangan orangtua yang memiliki kondisi disabilitas ini bersyukur bisa diterima di sekolah rakyat.

“Alhamdulillah senang. Dengan diterimanya saya ini, bisa meringankan beban orang tua, bikin mereka bangga. Semoga betah dan bisa berprestasi,” ucap Matohir, alumni SMPN 4 Ngawen ini.

Adapun Kepala Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Laga Kusuma, yang hadir mengantarkan salah satu warganya juga bersyukur ada anaknya yang masuk ke SRMA 18 Blora.

“Saya mengantarkan adek Siti Nur Indah, warga kami dari Desa Bangsri yang lolos SRMA. Dia alumni SMPN 2 Jepon. Memang kondisi ekonomi keluarganya kurang mampu, sehingga sangat terbantu melalui program ini,” ucapnya.

Pemberangkatan siswa baru ke Sekolah Rakyat di Rembang menggunakan 2 unit bus. Setelah dilepas Bupati, diantarkan langsung oleh Dinas Sosial P3A dan para pendamping masing-masing.

Pos terkait